Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Finansial

Pengusaha Kecil Perlu Berjejaring juga Manfaatkan Teknologi Supaya Suaranya Didengar

1
×

Pengusaha Kecil Perlu Berjejaring juga Manfaatkan Teknologi Supaya Suaranya Didengar

Sebarkan artikel ini
Pengusaha Kecil Perlu Berjejaring juga Manfaatkan Teknologi Supaya Suaranya Didengar
Jaksel.id Mengapa entrepreneur kecil suaranya banyak bukan didengar oleh berbagai kalangan? Itu dikarenakan skala bisnisnya yang tersebut kecil. Berbeda dengan entrepreneur skala besar yang dimaksud bisnisnya menggurita ke mana-mana. Tapi, fakta yang mana sebenarnya tidak ada seperti itu.

Ini terjadi bila seluruh pelaku bisnis skala kecil mampu berjejaring, sehingga jumlah total mereka itu menjadi sangat besar. Itu sebabnya agar suaranya lebih lanjut didengar, para pengusaha perusahaan kecil perlu berjejaring, merancang network, agar terlihat besar. Jadi, small is the new big.

Demikian ditegaskan oleh Dr. Ayman El Tarabishy di seminar bertopik Entrepreneurship Seminar: Sharing Insights on Korean Youth Entrepreneurship and Humane Entrepreneurship di area Auditorium Charles Himawan, Gedung A Kampus Presuniv di tempat Jababeka Education Park, Cikarang, Bekasi.

Seminar yang disebutkan menghadirkan dua pembicara internasional, yakni Dr. Ayman El Tarabishy, President & pimpinan International Council of Small Business (ICSB) juga Kyoo-il Jo, Walikota Jinju, Korea Selatan.

ICSB adalah organisasi internasional yang mana bersifat non profit, didirikan tahun 1955 dan juga berkantor pusat pada Washington DC, Amerika Serikat (AS). Dengan perwakilan yang tersebut tersebar di tempat 85 negara pada dunia, salah satu peran ICSB adalah menghadirkan para pendidik, peneliti, pembuat kebijakan juga praktisi usaha di area seluruh dunia untuk berbagi pengetahuan kemudian keahlian dia masing-masing dan juga mengiklankan pertumbuhan lalu perkembangan bisnis kecil.

Seminar ini juga dihadiri oleh Rektor Presuniv Prof. Dr. Chairy, Rektor Internasional Presuniv Prof. Ki-chan Kim, Wakil Rektor bidang Akademik Handa S. Abidin, SH, LLM, Ph.D., Ketua Rencana Studi Akuntansi Mila Reyes, CPA, MBA, beberapa jumlah dosen serta staf, juga banyak siswa Presuniv dari berbagai kegiatan studi. Hadir pula beberapa pebisnis dari Korea Selatan.

Selain berjejaring, pengusaha perusahaan kecil juga harus memanfaatkan teknologi.

“Gunakan teknologi digital serta media sosial untuk memperkenalkan usahanya, sehingga bisnis-bisnis skala kecil pun menjadi terlihat,” tegas Ayman, yang dimaksud juga Deputy Chair, Department of Management George Washington School of Business, Washington DC,.

Lanjut dia, kalau kegiatan bisnis skala kecilnya tidak ada terlihat, orang pun tiada akan peduli. Satu hal lagi, tegas Ayman, para pengusaha perusahaan skala kecil ini juga harus agile.

“Mereka harus lincah kemudian cepat merespon berbagai perubahan,  termasuk yang digunakan dipicu oleh perkembangan teknologi,” tandas Ayman.

Dalam seminar itu, Ayman juga memacu orang-orang muda untuk mau menjadi pengusaha. “Masa depan adalah milik orang-orang muda,” ucap dia.

“Orang-orang tua sudah ada memperlakukan Bumi dengan cara yang tersebut buruk. Mereka memicu terjadinya peperangan, menghasilkan kembali sampah lalu pencemaran, menyebabkan terjadinya pemanasan global lalu berbagai penyakit menular lainnya.” tambahnya.

Maka, kata Ayman, salah satu tantangan bagi orang-orang muda adalah membenahi kondisi tersebut. Di antaranya, melalui dunia kewirausahaan.

Pada kesempatan tersebut, Walikota Jinju, Kyoo-il Jo, juga berbagi pengalaman tentang bagaimana pemerintah area dapat berperan mengembangkan usaha kecil di tempat daerahnya. Papar Kyoo-il Jo, bidang perawatan lapisan kulit lalu kecantikan Korea Selatan telah sangat mendunia.

“Produk perawatan epidermis kami kami sangat inovatif kemudian standar kecantikannya sudah ada mendapatkan pengakuan internasional. Boleh dibilang kami telah lama menjadi pemimpin global di lapangan usaha ini,” ungkap Kyoo-il Jo.

Kondisi inilah yang tersebut dimanfaatkan oleh para pelaku bisnis kecil di dalam Jinju, dengan bantuan pemerintah daerah. Kyoo-il Jo memaparkan, ketika ini Jinju terkenal sebagai produsen mutiara juga komoditas skincare-nya. Semua hasil ini sudah ada dikirim ke luar negeri ke berbagai negara dunia. Kehadiran perusahaan ini terbukti mampu meningkatkan kinerja perekonomian wilayah Jinju.

Sebagai pemimpin pada daerahnya, ungkap Kyoo-il Jo, perannya adalah memperkuat sepenuhnya bisnis-bisnis tersebut.

“Salah satunya adalah melalui berbagai regulasi yang mana memacu terus berkembangnya bisnis-bisnis tersebut,” kata dia.

Untuk memacu semakin berkembangnya kewirausahaan dalam kalangan orang-orang muda, khususnya dari lembaga pendidikan, Presuniv pun menjalin kerja sebanding dengan pemerintahan Perkotaan Jinju.

Kerja sejenis yang dimaksud diwujudkan di bentuk penandatanganan Perjanjian Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU). Perjanjian yang dimaksud ditandatangani oleh Rektor Presuniv Prof. Dr. Chairy kemudian Walikota Jinju Kyoo-il Jo.

Perjanjian kesepahaman yang dimaksud mencakup saling tukar menukar informasi lalu pengetahuan, kerja identik pada penyebaran kewirausahaan, berbagai kegiatan penawaran pada bidang pendidikan, kebudayaan juga industri. Selain itu, dua belah pihak juga setuju untuk terus mengeksplorasi berbagai bentuk kerja sebanding lainnya.

“Salah satu kegiatan Presuniv adalah terus meningkatkan jumlah agregat lulusan yang tersebut berprofesi sebagai pengusaha. Untuk itulah kami mendirikan perusahaan inkubator, yakni SetSail BizAccelator,” Papar Prof. Chairy.

Melalui inkubator ini, lanjut dia, Presuniv menempa mahasiswa-mahasiswa yang mana sejak awal memang sebenarnya ingin menjadi pengusaha.

“Selain itu, kami juga mempertemukan merekan dengan para investor,” ungkap Prof. Chairy.

Mengenai penandatanganan Perjanjian Kesepahaman, kata Prof. Chairy, Presuniv ingin mendapatkan informasi dan juga pengetahuan tentang bagaimana lembaga lembaga pendidikan dapat berkolaborasi dengan pemerintah wilayah untuk bersama-sama menggerakkan lahirnya pengusaha-pengusaha baru, khususnya anak-anak muda, dari kalangan kampus.

“Untuk itu, Presuniv senang bisa jadi berkolaborasi dengan otoritas Daerah Perkotaan Jinju.” pungkas Prof. Chairy.

Sumber : Suara.com

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *