Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Teknologi

Tiga tingkatan penanganan hoaks oleh Kemenkominfo

5
×

Tiga tingkatan penanganan hoaks oleh Kemenkominfo

Sebarkan artikel ini
Tiga tingkatan penanganan hoaks oleh Kemenkominfo

Jaksel.id DKI Jakarta РDirektur Jenderal Aplikasi komputer Informatika (Aptika) Kemenkominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengungkap tiga tingkatan penanganan hoaks untuk menciptakan ruang digital Indonesia yang mana yang dimaksud aman, nyaman, kemudian produktif bagi masyarakat.

Tiga tingkatan itu mulai dari pemberian label hoaks, pemutusan akses, hingga pelaporan ke jalur hukum.

“Tahapan pertama kalau memang benar sebenarnya itu hoaks kami berikan stempel hoaks, itu sebagai bagian dari kami untuk mengedukasi rakyat juga,” kata Semuel di tempat tempat Jakarta, Selasa.

Dalam tahapan pertama yang disebutkan Kemenkominfo tidak ada ada cuma menaruh stempel bahwa informasi yang dimaksud hoaks tapi juga memberikan alasan juga pembuktian bahwa informasi itu memang sebenarnya sebenarnya mengandung konten yang dimaksud yang dimaksud tiada benar.

Warga mampu mengecek konten-konten yang sudah ada pernah ditandai sebagai hoaks dan juga diverifikasi oleh regu dari Kementerian Kominfo dengan mengeceknya ke situs web cekhoaks.aduankonten.id.

Tahapan selanjutnya apabila konten yang dimaksud dimaksud dianggap meresahkan, Kemenkominfo akan melakukan pemutusan akses atau takedown terhadap informasi tersebut.

Dengan demikian konten-konten tidak benar yang dimaksud dimaksud tiada dapat lagi diakses di area di ruang digital.

Semuel kemudian menjelaskan untuk tahapan terakhir yaitu jalur penegakan hukum akan diadakan apabila hoaks yang digunakan mana ditemukan tidaklah hanya saja sekali meresahkan tapi mempunyai tendensi untuk mengadu domba atau memecah belah penduduk di area area dunia nyata.

Semuel menunjukkan salah satu kasusnya terkait dengan hoaks-hoaks yang mana baru-baru ini tersebar mengenai bentrok yang sempat terjadi antara dua kelompok pada tempat Bitung, Sulawesi Utara.

“Kalau hoaksnya mengadu domba, kami bukanlah ada keraguan untuk menindaknya. Jadi selain secara segera minta takedown, polisi juga gerak juga merek sudah ada ada mengenali pelaku-pelakunya untuk ditindak hukum,” kata Semuel.

Ketiga tingkatan penanganan hoaks yang digunakan disebutkan juga akan diadakan juga diperketat pelaksanaannya selama masa kampanye Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2024.

Pengawasan akan diperkuat dengan penampilan Desk Pengawasan pemilihan yang tersebut mana dihasilkan berdasarkan kolaborasi antara Kementerian Kominfo, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), juga juga Polri.

Tujuannya agar selama kampanye Pemilihan Umum 2024 berlangsung, rakyat bisa saja hanya mendapatkan informasi yang dimaksud berkualitas juga benar sehingga dapat menjaga pelaksanaan pesta demokrasi lima tahunan itu tetap memperlihatkan belaka kondusif.

Sumber : Antara

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *