Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Berita

Tok! MK Tolak Gugatan masalah Aturan yang tersebut Muluskan Jalan Gibran Jadi Cawapres

4
×

Tok! MK Tolak Gugatan masalah Aturan yang tersebut Muluskan Jalan Gibran Jadi Cawapres

Sebarkan artikel ini
Tok! MK Tolak Gugatan permasalahan Aturan yang digunakan yang disebutkan Muluskan Jalan Gibran Jadi Cawapres

Pengantar

Jaksel.id – Mahkamah Konstitusi (MK) baru-baru ini menolak gugatan terhadap pasal 169 huruf q Undang-Undang nomor 7 tahun 2017 tentang pemilihan umum, seperti yang dinyatakan dalam putusan MK nomor 90/PUU-XXI/2023. Keputusan ini, yang diumumkan oleh Ketua MK Suhartoyo pada Rabu (29/11/2023), telah menimbulkan kontroversi dan perdebatan di kalangan masyarakat.

Penolakan Terhadap Gugatan

MK menyatakan bahwa permohonan provisi tidak dapat diterima dan menolak permohonan secara keseluruhan. Ketua MK Suhartoyo menekankan bahwa pokok permohonan dari pemohon tidak dapat dipertanggungjawabkan sepenuhnya.

Latar Belakang Gugatan

Perkara nomor 141/PUU-XXI/2023 menyangkut batas usia calon presiden dan calon delegasi presiden. Gugatan ini diajukan oleh Fakultas Hukum Universitas Nahdlatul Ulama, yang diwakili oleh Brahma Aryana. Pemeriksaan sidang dilakukan tanpa mendengarkan keterangan ahli, DPR, dan Presiden.

Argumen Pemohon

Brahma Aryana berpendapat bahwa pasal yang menyebut frasa “yang dipilih melalui pemilihan umum termasuk pemilihan kepala daerah” bertentangan dengan Pasal 1 ayat (3) dan Pasal 28D ayat (1) UUD 1945. Menurutnya, frasa tersebut dapat menimbulkan ketidakpastian hukum terkait tingkat jabatan yang dimaksud dalam pemilihan umum.

Putusan MK Sebelumnya

Sebelumnya, MK telah memperbolehkan orang yang berusia di bawah 40 tahun menjadi calon presiden atau calon wakil presiden jika pernah atau sedang menjabat sebagai kepala wilayah melalui pilkada. Putusan ini telah menimbulkan berbagai reaksi di masyarakat, terutama terkait kemungkinan Gibran Rakabuming Raka, keponakan Ketua MK Anwar Usman, untuk menjadi calon wakil presiden.

Reaksi dan Kontroversi

Putusan MK menciptakan kontroversi karena dianggap membuka peluang bagi generasi muda untuk memimpin. Reaksi masyarakat juga terkait dengan potensi keterlibatan Gibran Rakabuming Raka dalam dunia politik. Pandangan pelajar dari Surakarta, Almas Tsaqibbirru Re A, mencerminkan dukungan terhadap Gibran sebagai pemimpin bangsa.

Kesimpulan

Keputusan MK terkait batas usia calon presiden mengundang perbincangan dan perdebatan di masyarakat. Implikasi dari putusan ini akan terus diikuti oleh perkembangan politik dan pandangan publik terhadap partisipasi generasi muda dalam kepemimpinan negara.

Pasangan Prabowo Subianto lalu Gibran Rakabuming Raka menunjukkan nomor hasil undian pada Rapat Pleno Terbuka Pengundian juga Penetapan Nomor Urut Pasangan Capres juga Cawapres pemilihan raya Tahun 2024 pada Gedung KPU, Jakarta, Selasa (14/11/2023). [ANTARA FOTO/Galih Pradipta]
Pasangan Prabowo Subianto dan juga Gibran Rakabuming Raka menunjukkan nomor hasil undian pada Rapat Pleno Terbuka Pengundian lalu Penetapan Nomor Urut Pasangan Capres juga Cawapres pemilihan Tahun 2024 di area Gedung KPU, Jakarta, Selasa (14/11/2023). [ANTARA FOTO/Galih Pradipta]

Sebab, ia menilai pada masa pemerintahannya, Gibran mampu meningkatkan perkembangan sektor ekonomi di area Surakarta sebanyak 6,23 persen padahal pada pada waktu awal menjabat sebagai Wali Daerah Perkotaan Surakarta peningkatan kegiatan ekonomi Surakarta justru sedang minus 1,74 persen.

Terlebih, pemohon menganggap Wali Daerah Perkotaan Surakarta telah memiliki pengalaman merancang lalu memajukan Pusat Kota Surakarta dengan kejujuran, integritas moral juga taat dan juga patuh mengabdi untuk kepentingan rakyat serta negara.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *